Oh no, kecoak!

Semalam saya telah melakukan pembunuhan… Kecoak di rumah saya yang jadi korbannya. Siapa suruh tuh kecoak mampir-mampir ke kamar saya? Awalnya saya biarkan saja, bentar lagi juga dia pergi. Eh, dia malah ngelunjak. Dengan santainya dia mondar-mandir kayak model catwalk. Ya sudah, saya tiban saja pake ganjelan pintu (don’t try this at home).

Dari dulu saya memang tidak suka dengan serangga yang satu ini. Lebih tepatnya jijik. Dari baunya saja saya sudah bisa mendeteksi keberadaannya. Paling sebel kalau sudah terbang-terbang, karena menjadi sangat tidak terkendali. Dan ternyata teman-teman saya juga banyak yang tidak suka dengan kecoak. Katanya, bawaannya pengen mukul kalau ketemu. Malangnya nasibmu kecoak… jiwamu selalu terancam 😀

Tidak perduli pria atau wanita, kebanyakan orang memang memiliki ketakutan terhadap hewan tertentu. Kecoak adalah salah satu hewan yang banyak ditakuti. Hewan lainnya yaitu cicak, kodok, ular, laba-laba, ayam, dan bahkan kucing, hewan yang saya anggap lucu dan menggemaskan.

Saya sendiri hanya takut sebal dengan kecoak. Dengan hewan lainnya saya tidak takut. Dulu waktu masih kuliah, beberapa kali kodok masuk ke dalam kost-an saya. Kalau sudah begitu, pasti saya yang disuruh teman-teman untuk menyingkirkan kodok tersebut, karena saya memang tidak takut dengan kodok. Bahkan dengan ular pun saya berani (asal tidak menggigit ya) :p

Ada teman saya yang takut dengan banyak jenis hewan. Bahkan dengan karet gelang pun takut (saya tidak habis pikir kenapa). Ketakutannya yang berlebihan itu bisa berbahaya bagi dirinya dan orang lain. Pernah suatu hari ketika sedang menyetir mobil, dia berhenti tiba-tiba hanya karena ada cicak di dekat kakinya. Untung saja mobilnya belum masuk jalan raya. Karena bisa saja saking paniknya, bukannya menginjak rem malah menginjak pedal gas sehingga bisa terjadi kecelakaan.

Banyak orang takut pada hewan tertentu tanpa alasan yang jelas. Tetapi ketakutan saya pada kecoak sangat beralasan (membela diri nih ye :p). Saya jijik dengan kecoak karena hewan tersebut jorok, kotor, bau, dan membawa penyakit. Berikut adalah beberapa fakta mengenai kecoak :

  1. Kecoa adalah kaum omnivora yang bisa memakan feses, lem, sisa makanan, organisme mati (termasuk mayat manusia), bahkan keturunannya sendiri
  2. Kecoak bisa menghasilkan 40 ekor kecoak junior dalam satu bulan
  3. Kecoak memiliki kemampuan bertahan di segala macam kondisi ekstrim. Kecoak lebih tahan terhadap radiasi dibandingkan makhluk lain di planet ini
  4. Kecoak mampu bertahan hidup tanpa kepala hingga satu bulan, sebelum akhirnya mati kelaparan. Kecoak tidak membutuhkan kepala untuk bernafas, bahkan otak sebagai alat kontrol tubuhnya. Kehilangan kepala tidak membuatnya kehilangan darah

Saya percaya Allah SWT menciptakan suatu makhluk dengan tujuan dan maksud tertentu. Setiap makhluk yang diciptakan pasti ada gunanya. Dan ternyata hewan yang bagi kebanyakan orang dianggap menjijikkan ini banyak juga manfaatnya. Berikut adalah beberapa manfaat dari kecoak :

  1. Kecoak merupakan bagian dari rantai makanan
  2. Kecoa memiliki sifat antibiotik yang kuat. Kecoa sering hidup dalam lingkungan yang tidak sehat dan tidak higienis, dimana mereka menghadapi berbagai jenis bakteri. Oleh karena itu mereka mengembangkan pertahanan untuk melindungi diri terhadap mikroorganisme
  3. Umumnya, kecoa dijadikan bahan tes ketepatan dosis obat anti serangga
  4. Kecoa dipakai sebagai pendeteksi bom. Hal ini karena kecoa memiliki susunan syaraf yang lebih kompleks dan kemampuan memori yang tinggi
  5. Para ilmuwan di india yg sedang mengembangkan teknologi jantung buatan menggunakan jantung kecoak sebagai model, sebuah prototype yg dihasilkan mampu memberikan sebuah jantung buatan yang lebih murah dan lebih bisa diandalkan untuk dicangkok dibanding dengan jantung buatan yang sekarang ada. Kunci utama jantung buatan tersebut berkaitan dengan sistem pernafasan kecoak yang sangat unik. Kecoak memiliki 13 bilik pemompa darah, sedang manusia hanya memiliki 4. Jantung kecoak yang memiliki 13 bilik membuatnya mampu untuk tetap bertahan meskipun salah satunya mengalami kegagalan
  6. Kecoak ternyata mengandung protein tinggi. Cara memasaknya, cabut dulu semua kaki dan sayapnya. Potong bagian kepala, dan buat irisan di tengah badan. Lalu siap dimasak

Kecoak goreng. Ada yang berani coba? 😀



Iklan
Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Keracunan Pangan

What do you Looking at?

Saat sedang enak-enaknya menyantap makan siang di kantor, tiba-tiba salah seorang teman saya berteriak :

A : “Aaaargh… ada ulet ijo di sayur bayam gue!!!”

B : “Gak papa… itu kan vitamin U (ulat).  Yah, paling ga, sayur itu ga pake pestisida”

Saya : “Iya sih, ga pake pestisida. Tapi kalau ada ulatnya sih sama aja bo’ong. Tar bukannya cacingan, malah uletan” 😀

Kejadian di atas hanyalah salah satu di antara sekian banyak bukti ketidakhigienisan makanan yang dijual oleh jasa penjual makanan (warteg, catering, dsb). Karena harus menyiapkan makanan yang banyak dalam waktu singkat, maka kualitas dan kebersihan pun menjadi sedikit terabaikan.

Cara penjual dalam mengolah dan menyediakan makanan menjadi  faktor penting dalam kebersihan makanan. Kalau makanan yang disajikan tidak bersih, maka akan menimbulkan berbagai macam penyakit. FYI, saya pernah melihat seorang penjual, setelah mengelap ingusnya dengan tangan, langsung mengambil makanan dengan tangan tersebut untuk disajikan ke pembeli tanpa membersihkan tangannya terlebih dahulu (ewh!!!). Saya juga pernah melihat seorang penjual mengasah pisaunya di aspal jalanan. Tidak tahu apakah setelah itu pisaunya dicuci lagi atau langsung digunakan untuk memotong makanan.

Hal-hal seperti itu dapat menjadi penyebab timbulnya penyakit pada orang yang mengkonsumsi makanan yang tidak bersih. Penyakit yang ditimbulkan sangat beragam. Yang paling sering adalah diare atau sakit perut. Saya sendiri pernah terkena hepatitis A dan penyakit thypus. Kedua penyakit itu bisa ditimbulkan dari bakteri dan virus yang ditularkan melalui makanan yang tidak bersih.

Waktu masih kuliah, teman-teman saya juga banyak yang terkena penyakit thypus atau gejalanya. Hal ini dikarenakan tidak higienisnya makanan yang dijual di sekitar kampus akibat terlalu padatnya penduduk. Sampai-sampai ada pepatah, kalau belum kena thypus bukan mahasiswa namanya (lah?!) 😀

Hal itulah yang membuat pihak kampus merasa perlu mengambil tindakan. SEAFAST Center bekerjasama dengan Himitepa IPB mengadakan penyuluhan kepada UKM penjual makanan dan minuman di daerah kampus IPB Darmaga dan sekitarnya. Saya ikut serta dalam kegiatan tersebut. Waktu itu tim saya kebagian tugas melakukan penyuluhan kepada penjual minuman. Saya sendiri bertugas menjelaskan tentang pengendalian titik kritis keamanan pangan atau lebih dikenal dengan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). Mahasiswa teknologi pangan pasti sudah tidak asing lagi dengan hal ini.

Dalam penyuluhan tersebut, saya menjelaskan bahwa es batu merupakan salah satu hal harus diperhatikan dalam pembuatan minuman. Kebanyakan penjual minuman menggunakan es balok yang terbuat dari air mentah. Mereka mengira kalau air mentah tersebut dibekukan, bakteri di dalamnya akan mati. Padahal, bakteri-bakteri tersebut hanya “pingsan” dan akan hidup kembali setelah es tersebut mencair karena telah mencapai suhu optimalnya untuk hidup dan berkembang biak.

Es dari air matang akan terlihat bening karena gas di dalam air terlepaskan ketika proses perebusan

Banyak sekali bakteri dan miroorganisme lain yang terdapat dalam air mentah, salah satunya Salmonela thyposa. Apabila bakteri ini masuk dalam jumlah besar ke tubuh maka seseorang yang daya tahan tubuhnya tidak baik (tidak fit), maka dapat terserang penyakit yang kemudian kita sebut Thypus.

Kasus keracunan pangan di Indonesia termasuk tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya KLB (Kejadian Luar Biasa) akibat keracunan pangan yang merenggut banyak korban jiwa. Selain itu, karena alasan ketidakhigienisan (filthy), produk ekspor Indonesia banyak yang ditolak oleh negara lain. Salah satu produk yang banyak ditolak adalah produk perikanan yang ternyata mengandung Salmonella sp.

Bakteri Salmonella dilihat dengan mikroskop

Yap, semoga informasi-informasi tersebut di atas berguna bagi kita semua sehingga kita bisa lebih berhati-hati dalam membeli makanan. Keep healthy and be happy! 😉

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Merokok = Investasi Penyakit

Terkadang saya tidak habis pikir, apa enaknya sih merokok? Mengisi paru-paru dengan asap bernikotin, bukannya dengan udara segar penuh oksigen.

Jujur, dulu waktu masih kecil saya pernah SATU KALI menghisap rokok. Itu untuk pertama dan terkahir kalinya. Saat itu saya merasa penasaran dengan rasanya rokok. Saya pura-pura ingin membuang rokok ayah saya yang masih menyala dan diam-diam saya menghisapnya. Saya pun langsung meludahinya dan terbatuk-batuk. Ternyata rasanya TERAMAT SANGAT TIDAK ENAK… banget. Saya sampai heran dengan orang-orang yang bisa merokok samapi beberapa bungkus sehari.

Menurut saya, merokok merupakan investasi penyakit. Dengan merokok, seseorang seperti menabung sedikit demi sedikit penyakit dalam dirinya. Seorang perokok bisa saja terlihat segar bugar, tetapi kita tidak tahu apa yang ada dalm dirinya. Bisa jadi setelah “tabungan penyakit” itu melewati limit, maka penyakit itu akan terlihat.

Asap rokok mengandung karbon monoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida, dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol, dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi, dan menimbulkan kanker (karsinogen). Dibandingkan dengan bukan perokok, kemungkinan timbul kanker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali lebih sering.

Which one is yours?

Karen alasan kesehatan tersebut, saya tidak suka jika ayah saya merokok. Waktu SD saya sering menyembunyikan rokok ayah saya supaya beliau tidak bisa merokok. Pernah suatu hari rokok tersebut saya sembunyikan dalam tas dan kemudian terbawa ke sekolah. Teman saya ada yang melihat rokok tersebut dan nyeletuk “iiihhh… Fitri ngerokok!!!!” Such an embarassing moment 😀

Usaha saya menyembunyikan rokok ternyata sia-sia, karena ayah saya bisa langsung membeli rokok yang baru. Setelah terkena penyakit paru-paru, barulah ayah saya berhenti merokok. Tetapi itu pun tidak berlangsung lama, karena setelah kumpul dengan teman-temannya dan ditawari rokok, beliau kembali merokok lagi. Dari situ saya tahu bahwa salah satu alasan pria merokok adalah karena pergaulan.

Ternyata yang suka merokok bukan hanya kaum pria saja, wanita pun banyak yang merokok. Mulai dari anak muda gaul sampai ibu haji. Whaaat?! Iya, bu haji. Suatu ketika pernah ada ibu-ibu (sudah tua dan berkerudung) main ke rumah saudara saya. Saya kaget ketika melihat beliau merokok dengan santainya.

Terlepas dari pria atau wanita, muda atau pun tua, setiap orang berhak “meracuni” dirinya sendiri, tetapi mereka tidak boleh meracuni orang lain. Oleh karena itu, saya tidak suka dengan orang yang merokok di tempat umum, termasuk angkutan umum. Jika ada yang merokok di dekat saya, terkadang saya pura-pura batuk supaya mereka tersindir. Ada yang nyadar dan mematikan rokoknya, tetapi ada juga yang pasang muka tembok.

Harusnya dipasang tulisan ini ya 😀

Saya pernah menegur bapak-bapak yang satu angkot dengan saya, karena beliau tidak juga mematikan rokoknya, walaupun saat itu masuk ke pom bensin. Padahal jelas-jelas di sana ada tulisan yang besar “DILARANG MEROKOK”. Saya udah dagdigdugder aja, takut kalau-kalau uap bensin mencapai rokok tersebut dan meledak. Saya pun nekat meminta bapak-bapak yang badannya gede itu mematikan rokoknya. Ternyata beliau nurut juga (hufff… selamet… selamet…) :p

Terkadang seseorang memang harus sakit parah dulu, baru berhenti merokok. Sampai sekarang ayah saya sudah tidak pernah merokok lagi karena pernah terkena penyakit paru-paru sampai dirawat di rumah sakit. Salah seorang teman saya ada yang gagal mendapatkan beasiswa karena rokok. Dia tidak lolos tes kesehatan, karena dari tes itu diketahui bahwa paru-parunya sudah “bolong”. Sejak saat itu dia tidak pernah merokok lagi.

Memang, orang yang tidak merokok pun belum tentu terbebas dari penyakit. Tetapi tidak ada salahnya kan, mencegah daripada mengobati. Ga mau kan, sakit parah dulu baru berhenti merokok? That’s my opinion 🙂

Peringatan di bungkus rokok yang sungguh ironi

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

The Grief

Pernahkah kau menangis? Pasti pernah. Semua orang pernah menangis. Tapi pernahkah menangis sampai menjerit-jerit? Sampai air mata kering dan kehabisan suara? Saya pernah.

Hal itu saya alami waktu kehilangan ibu saya untuk selama-lamanya. Rasanya sangat menyedihkan. Seperti ada bagian dari jiwa yang kosong, hilang secara tiba-tiba. Hampa. Bagi yang pernah kehilangan orang yang sangat penting dalam hidupnya, pasti tau seperti apa rasanya.

Saat itu saya benar-benar belum siap kehilangan figur seorang ibu. Saya masih berumur 14 tahun, dan beberapa hari lagi akan menghadapi ujian akhir nasional SMP. Waktu itu saya benar-benar tidak percaya bahwa saya tidak akan pernah bertemu ibu saya lagi di dunia ini. Kejadiannya benar-benar tiba-tiba dan sebelumnya saya tidak pernah mempunyai firasat sama sekali.

Sejak itu hidup saya tidak pernah sama lagi. Ibu saya yang seorang dokter gigi merupakan peyumbang terbesar dalam perekonomian keluarga. Otomatis setelah ibu tidak ada, kami menjadi kesulitan. Ditambah lagi ayah saya kurang pandai mengelola keuangan dan saya juga masih belum mengerti tentang uang. Uang asuransi jiwa yang diikuti ibu seminggu sebelum meninggal dan asuransi kecelakaan habis begitu saja.

Ayah juga memberhentikan pembantu di rumah kami sehingga semua pekerjaan rumah tangga dikerjakan saya dan kakak perempuan saya. Pada awalnya sangat sulit, apalagi memasak. Percayalah kawan, memasak untuk pertama kalinya lebih sulit dari mengerjakan soal ujian manapun. Tetapi kemudian pekerjaan memasak diambil alih ayah yang memang seorang koki.

Awalnya, mengerjakan pekerjaan rumah tangga sangat sulit dikerjakan. Saya jadi kagum dengan ibu saya. Beliau masih sempat memasak sarapan buat anak-anaknya sebelum berangkat kerja. Kemudian mencuci baju pada malam harinya. Saya menyebutnya “Super Mom”. Suatu saat nanti, saya ingin menjadi seperti beliau. Walaupun sibuk bekerja, tapi tidak melupakan tugasnya sebagai ibu sekaligus istri.

Mom, thank you always with my heart.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

My First Blog

Salam kenal,
Akhirnya saya bikin blog juga, walaupun sebenarnya bingung mau nulis apa. Mudah-mudahan dengan adanya blog ini saya jadi terbiasa menulis dan siapa tau tulisan saya diterbitkan jadi buku seperti orang-orang yang lain, he2… (ngayal mode: ON)

Anyway, welcome to blog comunity ^_^

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar